Wonderlabs Blog

Yuk, Terus Bangkitkan Motivasi Kerja!

Posted by Dianty Anggraini Putri on Jul 17, 2017 6:39:10 AM

    letters-forming-the-word-motivation_1134-377.jpgsource: Freepik


    Perlukah motivasi kerja untuk karyawan terus diperhatikan? Bayangkan sebuah perusahaan adalah sebuah perahu yang berisi beberapa karyawan yang berkewajiban untuk mengayuh perahu agar sampai ke tempat tujuan. Ada pula pemimpin perusahaan yang dalam gambaran tersebut memiliki fungsi untuk mengarahkan karyawan dalam mengayuh perahu. Meskipun si pemimpin memberi gaji cukup, namun bisa saja karyawan merasa bosan karena kurangnya motivasi dan hanya dituntut untuk mengayuh perahu untuk memperoleh gaji.

     Apakah ini sudah cukup bagi suatu perusahaan? Bagaimana jika lama kelamaan karyawan menjadi lambat dalam mencapai tujuan karena kurangnya motivasi kerja? Ya! Pastinya perusahaan membutuhkan motivasi lebih untuk mengikat karyawan, sehingga dapat timbul rasa cinta dan setia kepada perusahaan. Namun sayangnya, tidak banyak dari pemimpin mengerti bahwa mereka adalah seseorang yang berpengaruh dalam memotivasi ekosistem yang ada di dalam perusahaan.

     Dari analogi di atas, tidak jarang bahwa suatu perusahaan menganggap kompensasi atau gaji adalah satu-satunya hal yang digunakan untuk memotivasi karyawan. Hal ini bagaikan membangun rumah hanya dengan menggunakan sebuah palu. Sesuatu yang hilang adalah insentif. Kepuasan karyawan akan gaji atau performa kerja belumlah cukup. Pemimpin perusahaan turut andil dalam memotivasi karyawan untuk mewujudkan Employee Engagement (rasa memiliki karyawan pada perusahaan) dan tentunya sikap pemimpin sangat berpengaruh terhadap motivasi karyawan dalam menjalankan pekerjaan.

      Motivasi kerja akan muncul dalam diri karyawan saat mereka merasa dihargai, diperhatikan, dan selalu diberi motivasi di lingkungan kerja. Keterikatan karyawan didefinisikan sebagai sesuatu yang lebih dari kepuasan karyawan. Jika karyawan sudah merasa terikat dengan perusahaan, maka ia akan menunjukkan performa lebih, Tidak hanya membuat dirinya sukses, namun juga perusahaan.

 

business-people-motivating-themselves_23-2147626487.jpg

source: Freepik

     Motivasi kerja adalah proses yang dinamik dimana setiap karyawan merasakannya. Terkadang motivasi kerja bisa saja tinggi, terkadang juga rendah. Maka dari itu, sikap pemimpin sangat berpengaruh terhadap motivasi karyawan. Jika pemimpin tidak membangun motivasi dan rasa setia untuk karyawan, terdapat kemungkinan bahwa suatu saat karyawan akan tidak terikat dan merasa tidak adanya rasa memiliki kepada perusahaan.Menurut Clar Blechner, “Seseorang berkemungkinan akan lupa dengan apa yang anda katakan dan lakukan tetapi tidak akan lupa bagaimana sesorang membuat anda merasakan sesuatu baik sedih atau senang.”

     Jika di dalam suatu perusahaan terdapat karyawan yang kurang termotivasi, maka berilah mereka motivasi lebih agar dapat menunjukkan performa lebih dalam menjalankan pekerjaannya. Jangan jauhi mereka, tapi lakukan pendekatan emosional. Menjauhkaryawan dan menganggap mereka tidak ada hanyalah akan memperburuk keadaan dan membatasi keefektifan kepemimpinan. Dengan mengubah perspektif ini ke yang lebih baik, akan membuahkan hasil meningkatnya motivasi dan performa karyawan sehingga karyawan dapat menjadi anggota yang menunjukkan kinerja yang sangat baik.

 

smiling-young-businessman_1098-778.jpg

 

     Untuk mengubah dan menaikkan kinerja karyawan, seorang pemimpin harus memulai dari dirinya sendiri. Pemimpin harus bisa memposisikan dirinya dari sudut pandang karyawan dan mengevaluasi apakah kinerjanya sudah cukup memotivasi karyawan atau belum. Lalu, pemimpin harus mengidentifikasi cara ia berfikir dan sikapnya,  serta membangun kembali hubungan yang baik dengan karyawannya dengan cara mengapresiasi pencapaian karyawan, terus memberikan dorongan moral, dan melibatkan karyawan dalam beberapa proyek penting. Selanjutnya motivasi karyawan akan meningkat begitu juga dengan performa perusahaan.

Motivasi dan dukungan moril sangat penting untuk karyawan di perusahaan. Selalu memberikan apresiasi kepada karyawan akan selalu meningkatkan Employee Engagement. Apabila seorang pemimpin gagal dalam menghargai performa karyawan, maka perusahaan akan mengacu pada performa yang kurang baik. Maka, mari kita fokus bagaimana cara untuk memotivasi karyawan agar mereka selalu memiliki motivasi yang tinggi dalam pekerjaan dan terus meningkatan performanya. Selain itu, jangan lupa untuk selalu melihat keadaan dari sisi yang berbeda agar tidak mendapatkan paham yang sepihak dan juga dengan cara evaluasi diri atau mengadakan survey kinerja.

Engage Employees and focus to the Purpose and Value!

 

Topics: Human Resource Management