Human Resource Management

Memimpin dan Memotivasi!

Dianty Anggraini Putri
July 11, 2017

Share

1 copy.jpg

       Tahukah Anda tentang metode “Carrots” and “Sticks” ? Metode ini banyak digunakan pemimpin perusahaan untuk memotivasi karyawan. Memberi motivasi memang terlihat mudah, namun sebuah motivasi nyatanya adalah sebuah konsep yang menantang. Sebagai pemimpin, kita diminta untuk memahami apa saja yang dapat memotivasi setiap individu dan mengelolanya dengan baik. Betapa menantangnya hal tersebut bagi seorang pemimpin, terutama bagi mereka yang memiliki sebuah tim besar.

       Seorang pemimpin didorong untuk mengandalkan metode “Carrots” versus “Sticks” untuk memotivasi  karyawan, dimana “Carrots” adalah hadiah untuk karyawan yang patuh pada aturan dan “Sticks” merupakan konsekuensi dari sebuah pelanggaran. Namun, apakah metode ini efektif? 

       Bagaimana jika kita mempertimbangkan cara lain untuk memimpin dan memotivasi karyawan? Motivasi tidak hanya berbicara tentang karyawan yang melakukan kinerja bagus. Semakin senang karyawan terhadap pekerjaan yang dilakukannya, semakin besar pula motivasi mereka. Ketika kita meninggalkan konsep tradisional “Carrots” dan “Sticks” untuk mewujudkan cara memimpin dan memotivasi yang baik, kita bisa memulai cara baru:

 

Jelaskan Konteks dan Alur Pekerjaan

Tidak ada cara memimpin dan memotivasi karyawan yang lebih ampuh dari pada memahami tentang pekerjaan mereka. Untuk memotivasi karyawan, mulailah dengan menjelaskan konteks dan alur tentang pekerjaan yang Anda berikan kepada mereka. Apa yang dilakukan sebuah organisasi dan sebuah tim? Mengapa melakukannya? Siapa yang diuntungkan dari pekerjaan tersebut dan bagaimana caranya? Seperti apa kesuksesan bagi tim dan setiap karyawan? Peran apa yang dimainkan setiap karyawan dalam memenuhi janji perusahaan? Karyawan akan termotivasi saat pekerjaan mereka memiliki arah yang jelas.

 

Mengantisipasi penghalang untuk sebuah kesuksesan.

Ketika Anda menanyakan sesuatu yang signifikan kepada anggota tim, mereka pasti akan menghadapi rintangan dan tantangan di sepanjang jalan menuju kesuksesan. Kenali bahwa tantangan dapat memberi dampak pada motivasi. Jadilah seorang yang proaktif dalam mengidentifikasi dan menangani tantangan. Apa yang mungkin membuat pekerjaan seorang karyawan menjadi sulit atau tidak efektif? Apa yang bisa Anda lakukan untuk meringankan kesulitan mereka? Rintangan apa yang mungkin muncul? Bagaimana Anda bisa menangani masalah dan membuka jalan untuk sukses? Karyawan termotivasi saat mereka bisa maju tanpa gangguan dan beban.

 

Kenali kontribusi dan apresiasi.

Cara yang lebih ampuh adalah komitmen Anda untuk mengenali dan mengapresiasi terhadap kontribusi karyawan sehingga karyawan akan merasa dihargai. Namun, biasanya pemimpin meremehkan persoalan ini. Hal apa yang telah dicapai? Hasil apa yang telah direalisasikan? Siapa yang memberikan layanan atau dukungan kepada pelanggan? Karyawan akan termotivasi saat mereka merasa dihargai dan diakui atas kontribusi dan kinerjanya.

 

Nilailah motivasi Anda sendiri. Bagaimana jika Anda telah melakukan semua hal di atas tapi masih saja sulit untuk memotivasi orang lain? Anda mungkin perlu menilai motivasi Anda sendiri. Jika Anda tidak antusias terhadap perusahaan, tim, atau pekerjaan yang Anda lakukan, tidak mungkin Anda menjadi seorang motivator hebat untuk orang lain. Aspek apa dari peran Anda yang Anda sukai? Apa yang membuat Anda bangga memimpin tim Anda? Bagaimana Anda bisa menyesuaikan peran Anda untuk meningkatkan energi dan antusiasme Anda? Karyawan akan merasa termotivasi ketika pemimpin mereka memiliki motivasi yang tinggi.

 

Intinya adalah: demi mewujudkan metode memimpin dan memotivasi yang baik, jangan mengandalkan metode dan trik usang untuk memotivasi karyawan. Bicarakan dengan tim Anda tentang relevansi pekerjaan yang mereka lakukan setiap hari. Proaktiflah dalam mengidentifikasi dan memecahkan masalah bagi karyawan Anda. Kenali kontribusi karyawan secara spesifik dan teratur. Hubungkan dengan motivasi Anda, dan jelaskan kepada tim Anda. Jangan gunakan metode “Carrots” dan “Sticks”, Maka Anda akan berada di jalan yang tepat untuk memimpin tim yang penuh motivasi.

 

inspired by: https://hbr.org

Comments


Subscribe to Email Updates