Tips

Tips Memilih Bahasa Pemrograman untuk Backend

Retha Christiani
August 30, 2017

Share

Memilih Bahasa Pemrograman untuk Backend

Wonderlabs kali ini ingin berbagi tips memilih bahasa pemrograman untuk backend yang tepat. Apa yang dilakukan oleh seorang backend developer – intinya, memastikan server web, database dan aplikasi bekerja secara harmonis – mungkin itu tidak terlihat oleh user. Fungsi di balik layar yang mereka kembangkan sangat penting untuk memproses tindakan pengguna yang dilakukan frontend

Memilih bahasa pemrograman untuk backend saat ini haruslah tepat. Persaingan yang terjadi sangat ketat untuk para developer, jadi Anda perlu memastikan bahwa “kotak peralatan” Anda terisi penuh. Lalu bagaimana cara Memilih Bahasa Pemrograman untuk Backend? Ada tiga pilihan untuk backend developer adalah C, C++ dan Java. Tapi mana yang terbaik untuk Anda?

  • Job posting untuk peran mobile application developer, sering meminta pengetahuan tentang Java dan Framework.
  • Software engineers mungkin diharapkan mengetahui setidaknya satu dari bahasa pemrograman ini: C++ atau Java, tergantung pada ukuran organisasi dan kompleksitas sotware development.
  • Software developer sering menggunakan salah satu dari bahasa yang diatas, terutama dipekerjaan yang membutuhkan pengalaman pasca sarjana –seperti applications developer dan software architect- serta pekerjaan yang membutuhkan perpaduan antara pemrograman dan ketrampilan analisa, seperti developer/programmer analyst.

Sekarang, lihat lebih dekat C, C++ dan Java:


C = popularitas abadi

Memilih Bahasa Pemrograman untuk Backend

C adalah salah satu bahasa pemrograman tertua, namun selalu berada pada urutan 10 teratas (saat ini nomor dua) pada Indeks TIOBE yang populer. C sangat banyak digunakan, sebagian karena cross-platform dan kompatibel dengan compilers yang tersedia pada kebanyakan System Architectures dan sistem operasi. Banyak bahasa lain memiliki sintaks yang serupa. Namun, C - yang merupakan bahasa terstruktur - memiliki kosakata yang lebih kecil daripada kebanyakan dan memungkinkan backend developer mengurangi fleksibilitas dalam mencapai fungsi yang diinginkan. Tapi kenyataan bahwa itu terstruktur menjadikannya pilihan toolbox yang bagus, karena lebih mudah dibaca dan dipelihara.

 

C ++ = super fleksibel

Memilih Bahasa Pemrograman untuk Backend

Istilah yang biasa digunakan untuk merujuk pada C ++ adalah "multi-paradigm," yang berarti Anda dapat menulis kode dengan cara yang prosedural namun juga bisa menggunakan fungsional, berorientasi objek, atau campuran paradigma pemrograman. Fleksibilitas ini berarti C ++ bisa lebih menantang untuk dipelajari; Seorang Softwae engineer dapat mengembangkannya dengan menggunakan satu atau lebih dari model ini, atau bahkan menggabungkannya dengan kode yang ditulis dalam bahasa lain.

 

 Java = corporate dan komersial

Memilih Bahasa Pemrograman untuk Backend

Java, bahasa termuda dari bahasa ini, diciptakan bersamaan dengan saat terbentuknya World Wide Web Consortium. Bahasa pemrograman multi-paradigm lainnya, Java segera dimasukkan ke dalam banyak web browser utama. Ini pada awalnya merupakan sistem proprietary yang dikembangkan oleh Sun Microsystems, Inc. (dibeli oleh Oracle Corp. pada tahun 2010). Java juga digunakan dalam aplikasi grafis 3D dan pengembangan aplikasi mobile, yang merupakan industri yang sedang booming.

 

Pilihan yang menguntungkan

Memilih Bahasa Pemrograman untuk Backend

Memilih bahasa pemrograman untuk backend terutama buat kamu yang pemula dimulai dari belajar salah satu dari ketiga bahasa pemrograman ini akan menjadi awal yang baik untuk menjadi backend developer yang lebih baik. Java dan C ++ adalah codebas serbaguna dengan komunitas developer aktif dan pelatihan online. Meski kurang fleksibel, C adalah pilihan yang sangat baik jika Anda ingin bekerja dengan teknologi web yang berjalan di UNIX atau Linux. Jika tujuan Anda adalah bekerja dalam web developer, pastikan untuk juga mengenal bahasa yang menghubungkan "Backend" ke "Frontend" seperti PHP, Ruby, Python, Perl, atau .NET.

 

Bagaimana apakah Anda sudahmemilih bahasa pemrograman untuk backend yang tepat untuk Anda? Wonderlabs saat ini membuka lowongan kerja Back End Developer. Jika Anda tertarik, join us now! 

New Call-to-action

Inspired by: www.roberthalf.com
Images sources: Freepik, google image

Comments