Inspiration

Female Programmer Indonesia

Firdha Amalia
August 16, 2018

Share

Dalam perkembangan dunia teknologi saat ini, tentu kita memerlukan banyak sumber daya yang dapat mendukung kemajuan tersebut. Dibutuhkan banyak Programmer yang ahli dalam bidang ini untuk turun langsung dalam menciptakan, memproses dan mengembangkannya. Programmer, saat ini lebih melekat pada karakteristik pria. Lalu bagaimana peran female programmer Indonesia di bidang ini.

Desain tanpa judul-1Dilansir dari Business Insider, pada tahun 2014 ada 20% programmer wanita yang menduduki perusahaan IT bernama Silicon Valley. Tentunya, ini membuktikan kalau wanita itu memiliki peranan penting dalam dunia IT. Kali ini Wonderlabs akan mengajak kalian untuk mendengar pengalaman tiga Wondernouts wanita, yang berada diantara para programmer pria di Wonderlabs. Apa yang membuat mereka menjadi seorang female programmer dan pendapat mereka tentang stereotype female programmer yang masih di pandang sebelah mata di dunia programming.

 

Fanny (wonderlabs Backend Developer)


Campaign (1)Salah satu wondernauts pecinta kopi ini sudah sejak SMA mengenal programming. Menurutnya, apabila kita melakukan coding dan bisa menghasilkan sesuatu ada rasa senang dan puas. Sejak saat itulah ia memutuskan untuk mengambil kuliah di jurusan yang berbau komputer yaitu ilmu komputer.

Pengalaman pertamanya dalam ngoding dan langsung terjun ke suatu project, sempat membuatnya menangis karena menurut dia itu adalah sesuatu yang susah. Ibarat seperti belajar berenang di lautan. Tapi perempuan yang satu ini alih-alih putus asa ia memutuskan untuk survived dan disinilah di sekarang-Di dunia para programmer.

Sejak kuliah Fanny sudah merasakan adanya stereotype tentang female programmer yang suka dipandang lebih rendah dari male programmer itu benar adanya. Understimate and low expectation membuatnya memiliki sesuatu untuk membuktikan bahwa female engineer juga setara dengan lainnya.

 

Dean (Wonderlabs Backend Developer)


7-7

 

Wondernouts perempuan yang suka nonton anime ini, memulai perjalanan sebagai programming dengan awalan “nyasar jurusan”. Sebenarnya Dean lebih tertarik pada networking tapi tenyata opportunity yang ditawarkan sebagai programming itu banyak, lama kelamaan ia menikmatinya.

Menurut Dean, masalah utama mengenai stereotype female programmer itu ada di jumlahnya. Standart perbandingan female programmmer dengan male programmer itu 1 berbanding 10.

 

 

 

 

Risna (Wonderlabs Front End Developer)

6-10

 

Perempuan perantauan asal Sorong (Papua barat) ini awalnya sama sekali tidak berpikir menjadi female programmer. Tapi saat sudah merasakan terjun kelapangan (walaupun agak terpaksa) ia akhirnya menemukan passionnya di dunia programmer. Pengalaman sering tidak tidur selama project, dan baru bisa tidur tenang setelah project menjadi pengalam pertama yang ia rasakan.

Bagi Risna stereotype female programmer memang benar adanya, namun tidak semua dipandang sebelah mata. Beberapa female engineer juga mungkin ada yang minder atau kurang percaya diri untuk mengembangkan karirnya di dunia engineer dengan keadaan stereotype seperti itu.

 

 

 

Tiga female programmer di Wonderlabs ini berpendapat bahwa tidak semua wanita di dunia programmer dapat diremehkan. Kenyataannya sudah banyak wanita-wanita hebat di dunia yang bisa sukses terjun ke dalam dunia programmer. Seperti contohnya Sheryl Sanberg sebagai CEO Facebook, dan Ginny Rometti sebagai CEO IBM. Ketiganya sepakat bahwa kita masih membutuhkan sosok-sosok wanita lainnya yang mampu membuktikan bahwa seorang female programmer tidak pantas untuk diremehkan. Jadi, apa Anda salah satu yang akan mewujudkannya - Menjadi salah satu dari female programmer asli Indonesia di dunia internasional?

 

Inspired by: grab.com

Image Source: Freepik

Comments


Subscribe to Email Updates