Technology

Alat Suite Selenium

Dianty Anggraini Putri
August 4, 2017

Share

selenium

Pada artikel kali ini, Wonderlabs akan melanjutkan dari artikel Selenium Automation. Untuk mengingat kembali, Selenium adalah satu set perangkat lunak masing-masing dengan metode yang berbeda untuk mendukung Tes Automation. Berikut berbagai jenis-jenis Alat Suite Selenium:

  1. A) Selenium IDE
  2. B) Selenium RC (Remote Control)
  3. C) Selenium Grid
  4. D) Selenium WebDriver

 

1) Selenium IDE

Selenium IDE (Integrated Development Environment) adalah alat untuk menghasilkan skrip pengujian, yaitu plugin Firefox.

Selenium IDESource: Wikimedia Commons

Fitur Selenium:

  • Rekam dan Putar Ulang Kasus Uji
  • Mengekspor Kasus Uji ke Bahasa yang berbeda

Kekurangan Selenium IDE:

  • Mendukung Mozilla Firefox Browser saja.
  • Data Driven Testing (tes pelaksana dengan menggunakan beberapa set data uji coba) tidak mungkin dilakukan.
  • Hasil Uji tidak dihasilkan menggunakan Selenium IDE (hanya ringkasan generasinya).
  • Uji Random Kasus eksekusi/ Random Test Cases execution tidak mungkin dilakukan
  • Selenium IDE tidak mendukung Flow control Statements.

 

2) RC (Remote Control)

Selenium RCSource: Wikimedia Commons

Selenium RC memecahkan keterbatasan Selenium IDE. RC ini mendukung berbagai bahasa pemrograman seperti Java, C #, PHP, Perl, Python dan bahasa Ruby untuk mencapai logika yang dibutuhkan dalam kasus uji seperti pernyataan kondisional, iterasi, penanganan pengecualian, pelaporan uji, pengujian basis data, pengambilan tangkapan layar uji gagal, pengelompokan kasus uji Dll.

Keuntungan penting dari Selenium RC:

  • Mendukung eksekusi kasus uji acak
  • Mendukung laporan kontrol Flow dan fitur pemrograman lainnya untuk meningkatkan Pengujian.
  • Mendukung berbagai eksekusi Browser untuk Pengujian.

Kerugian dari Selenium RC:

  • Waktu eksekusi Test Case lebih banyak karena setiap permintaan klien pertama kali dikirim ke Selenium Server setelah itu kirim ke Browser.
  • Tidak mungkin melakukan Pengujian secara paralel.

 

3) Selenium-Grid:

Selenium-Grid memungkinkan solusi Selenium RC untuk skala suite uji besar dan untuk suite uji yang harus dijalankan di berbagai lingkungan.

Selenium Grid memungkinkan Anda menjalankan tes secara paralel, yaitu, tes yang berbeda dapat dijalankan bersamaan pada mesin jarak jauh yang berbeda.

 

4) WebDriver:

Perubahan terbesar di Selenium baru-baru ini adalah masuknya API WebDriver. Selenium WebDriver cocok dalam peran yang sama seperti RC.

WebDriver dirancang dalam pemrograman yang lebih sederhana dan lebih ringkas bersamaan dengan mengatasi beberapa keterbatasan dalam API Selenium-RC.

WebDriver mengatasi keterbatasan Selenium RC (Remote Control)

Selenium-WebDriver mendukung browser berikut beserta sistem operasi yang kompatibel dengan browser ini.

  • Google Chrome
  • Internet Explorer 6, 7, 8, 9, 10 - 32 dan 64-bit jika ada
  • Firefox: ESR terbaru, ESR sebelumnya, rilis saat ini, satu rilis sebelumnya
  • Safari
  • Opera
  • HtmlUnit
  • phantomjs
  • Android (dengan Selendroid atau Appium)
  • iOS (dengan ios-driver atau appium)

 

inspired by:   http://agiledata.org

Comments